Minggu, 27 Oktober 2013

Pesan ku untuk Hari Blogger Nasional 2013

Masih ingat pesan guru SMP ku catatlah yang kamu ketahui walau tulisannya samar-samar (menggunakan pensil), Adapun pesan dari Ali bin Abi Tholib "Ikatlah ilmu dengan mencatatnya".

Ya dengan tulisan kita dapat berbagi apapun dengan orang yang membacanya. Jika kita menulis ilmu yang bermanfaat maka dapat dijadikan sebagai amal jariyah kita yang terus dan tidak terputus pahalanya meski kita sudah meninggal.

Ada pesan dari Guraru




Hari ini tanggal 27 Oktober adalah Hari Blogger Nasional yang pertama kali dicanangkan oleh Menteri komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh pada tanggal 27 Oktober 2007 yang lalu pada acara pembukaan pesta blogger waktu itu. Komunitas Blogger adalah sebuah ikatan yang dibentuk oleh para blogger berdasarkan kesamaan kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobby, kesamaan sekolah, dan sebagainya.

Ngeblog ( istilah untuk blogging ) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksitensi dari pemilik blog juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat baik sekedar hanyaa menggubah template dan menambahkan variasi blog lainnya. Sekarang ada lebih sekita 30 juta blog yang bisa ditemukan diinternet, dan masih bisa berkembang lagi karena saat ini ada banyak sekali perangkat lunak, peralatan, dan aplikasi internet lainnya yang mempermudah para blogger ( sebutan pemilik blog ) untuk merawat blognya.



Jadilah sejarahwan dimasa depan dengan karya-karya tulisan yang anda buat sekarang. :)




SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!

Jumat, 11 Oktober 2013

Pengemis Buta



Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abu Bakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu?
Abu Bakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Siput dan Katak

Di pagi yang cerah, langit biru mendukung, serta angin tertiup sepoi-sepoi....
Tertegun sipun di atas batu sendiri, dengan harapan dia dapat berjalan cepat bahkan dapat melompat, berlari lebih kencang dari angin...
yah.. ditengah harapan itu datang seekor katak yang mengagetkannya, "Hai, Put melamun apa kamu? pagi-pagi gini malah ngelamun!". Siputpun tergejut "Heh, kamu Tak, datang-datamg merusak mimpi-mimpiku saja...". Siputpun terdiam sejenak tapi tak lama kemudian Siput berkata," Hemmmtt, enak ya Tak jadi kamu dapat meloncat kesana kemari, dapat melihat indahnya dunia dari loncatanmu, tidak seperti aku yang hanya bisa merayap dan kemana-mana harus membawa rumah bahkan aku merasa beban yang berat dengan rumah ini di atas badanku."

Katak mulai menatap Siput yang lelah dan jenuh dengan keadaannya.. "Siput kamu tidak tahu kesulitan yang kadang aku alami, kamu hanya melihat kelebihanku saja sedangkan kamu tidak pernah melihat kelebihanmu... (di saat katak bicara tiba-tiba terdengar suara elang dan happpp elang itu langsung menyekram katak, sedangkan siput sembunyi dibawah rumahnya)... Katak berteriak, " Siput itu kelebihanmu, sedangkan aku tidak dapat bersembunyi saat bahaya datang!!!!!!!"

Setelah dirasa aman, siputpun mengeluarkan kepalanya...
dan disampinya sudah tidak ada siapa-siapa, disaat melihat keatasternyata  katak sudah di bawa terbang oleh elang...


Siput tersadar tenyata rumah yang dirasa hanya sebagai beban selama hidupnya, tapi sekarang sebagai penyelamat hidupnya....


Kadang ujian dari Allah SWT yang dirasa berat, sesungguhnya Allah SWT memiliki tujuan yang indah buat kita dan bertujuan meninggikan derajat kita, jika kita dapat melewatinya.